SUKABUMI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi terus bergerak aktif guna mendongkrak roda perekonomian di tingkat perdesaan. Berkolaborasi dengan CEO Nabiya LKD, DPMD kini gencar menggelar rangkaian pembinaan intensif bagi para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Salah satu titik krusial yang menjadi fokus pelaksanaan program ini adalah Kecamatan Sukaraja. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam mentransformasi BUMDes agar tumbuh menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri, berdaya saing, dan dikelola secara profesional.
Perwakilan dari DPMD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa sinergi dengan praktisi berpengalaman seperti CEO Nabiya LKD sangat penting untuk memberikan sudut pandang yang tak hanya teoritis, melainkan juga praktis dan adaptif terhadap tantangan riil di lapangan.
Dalam pembinaan yang berlangsung interaktif tersebut, ada tiga materi fundamental yang dikupas tuntas demi memperkuat fondasi usaha BUMDes, antara lain:
1. Pembinaan Peluang Usaha dari Potensi Desa
Setiap desa di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Sukaraja, memiliki karakteristik dan potensi lokal yang unik—baik di sektor pertanian, agribisnis, perkebunan, hingga pariwisata. Pembinaan ini mendorong para pengurus BUMDes untuk jeli melihat peluang pasar dan memetakan komoditas unggulan desa. BUMDes diarahkan untuk tidak lagi sekadar meniru unit bisnis daerah lain, melainkan fokus mengoptimalisasi aset lokal guna menciptakan produk atau jasa bernilai ekonomi tinggi yang mampu menyerap tenaga kerja setempat.
2. Pembinaan Manajemen Usaha
Sebuah bisnis yang besar berakar dari tata kelola organisasi yang sehat. Melalui materi manajemen usaha, CEO Nabiya LKD bersama tim DPMD membedah pentingnya struktur organisasi yang efisien, kejelasan pembagian tugas (job description), serta inovasi dalam strategi pemasaran. Pengurus BUMDes dibekali pemahaman cara membangun kemitraan strategis, mengelola operasional harian secara efektif, serta mempertahankan mentalitas kewirausahaan (entrepreneurship) yang tangguh dalam menghadapi dinamika pasar.
3. Pembinaan Pembukuan Keuangan
Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama kepercayaan masyarakat serta pemangku kepentingan. Untuk itu, aspek tertib administrasi keuangan menjadi sorotan utama dalam pembinaan ini. Para peserta dilatih secara langsung mengenai teknik pembukuan keuangan, mulai dari pencatatan arus kas masuk dan keluar yang disiplin, penyusunan laporan laba-rugi, hingga pengelolaan neraca aset biologis maupun non-biologis. Dengan pembukuan yang rapi dan terstandardisasi, BUMDes diharapkan dapat dengan mudah memantau kesehatan finansialnya serta meminimalkan risiko kerugian.
"BUMDes bukan sekadar papan nama, melainkan motor penggerak utama dalam percepatan pembangunan ekonomi masyarakat desa. Melalui integrasi manajemen yang kuat, pembukuan yang akuntabel, dan pemanfaatan potensi lokal yang tepat, kami optimis BUMDes di Kecamatan Sukaraja dan seluruh Kabupaten Sukabumi mampu naik kelas dan berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Desa (PADes)," ujar pihak penyelenggara di sela-sela kegiatan.
Dengan adanya pembinaan yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan ini, sinergi antara DPMD Kabupaten Sukabumi dan CEO Nabiya LKD diharapkan dapat melahirkan generator ekonomi baru di tingkat perdesaan, mewujudkan kemandirian fiskal desa, serta membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. (Red)